Langsung ke konten utama

Pemodelan dan Simulasi - Dimas Pamungkas

Nama     : Dimas Pamungkas

Kelas     : 7C - TI

NIM      : 1903015114

 Hubungan Simulasi Dan Pemodelan Dalam Sebuah Sistem

    Menurut Schmidt dan Taylor (1970) Sistem didefinisikan sebagai suatu kumpulan satu kesatuan, Seperti manusia dan mesin yang aktif dan berinteraksi bersama - sama untuk mendapatkan penyelesaian akhir pokok akhir. Secara praktis Sistem diartikan sebagai sistem tergantung pada objektifitas pembelajaran tertentu. Dan secara sederhana Sistim dapat diartikan sebagai sekumpulan obyek yang dihubungkan satu sama lain melalui beberapa interaksi reguler atau secara bebas untuk mencapai suatu tujuan.

    Sistem biasanya dipengaruhi oleh beberapa perubahan yang terjadi diluar sistem. Dalam pemodelan sistem perlu ditetapkan batas (boundary) antara sistem dan lingkungannya. Sistem juga memiliki beberapa komponen utama yaitu, :

一  Entitas Merupakan obyek dalam sistem.

一  Atribut merupakan suatu sifat dari entitas.

一  Aktivitas merepresentasikan suatu periode waktu dengan lama tertentu.

一  Keadaan sistem didefinisikan sebagai kumpulan variabel - variabel yang diperlukan untuk menggambarkan sistem kapanpun.

一  Peristiwa didefinisikan sebagai kejadian sesaat yang dapat mengubah keadaan sistem.

    Sistem juga memiliki 2 kategori yaitu Sistim Distrik dan Sistem kontinyu. Tujuan dari pemodelan diskrit adalah memperlihatkan aktifitas diantara entitas dan mempelajari sesuatu tentang tingkah laku sistem dinamis. Dalam model simulasi kontinyu, keadaan sistem direpresentasikan oleh variabel dependen yang berubah sepanjang waktu. Sebuah model simulasi kontinyu dikonstruksikan dengan mendefinisikan persamaan untu sebuah himpunan dari keadaan variabel2. 

    Pada dasarnya model simulasi dikelompokkan dalam tiga dimensi yaitu [Law and kelton, 1991] :

a). Model Simulasi Statis dengan Model Simulasi Dinamis.
    Model Simulasi Statis digunakan untuk mempresentasikan sistem pada saat tertentu atau sistem yang tidak terpengaruh oleh perubahan waktu.

b). Model Simulasi Deterministik dengan Model Simulasi Stokastik.
    Jika Model Simulasi yang akan dibentuk tidak mengandung variabel yang bersifat random, maka model simulasi tersebut dikatakan sebagai simulasi deterministik. pada umumnya sistem yang dimodelkan dalam simulasi mengandung beberapa input yang bersifat random, maka pada sistem seperti ini model simulasi yang di bangun disebut model simulasi stokastik.

c). Model Simulasi Kontinu dengan Model Simulasi Diskret.
    Untuk mengelompokkan suatu model simulasi apakah diskret atau kontinyu, sangat ditentukan oleh sistem yang dikaji. Suatu sistem dikatakan diskret jika variabel sistem yang mencerminkan status sistem yang berubah pada titik tertentu, sedangkan sistem dikatakan kontinyu jika perubahan variabel sistem berlangsung secara berkelanjutan seiring dengan perubahan waktu.

    Langkah Terpenting dalam studi simulasi: validasi, Validasi merupakan tugas tersendiri yang mengikuti pemngembangan model. Namun merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dalam pengembangan model.

PPT : 


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah, sumber : https://onlinelearning.uhamka.ac.id







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemodelan dan SImulasi - Dimas Pamungkas

Nama      : Dimas Pamungkas NIM         : 1903015114 Matkul    : Pemodelan dan Simulasi Ruang Lingkup Simulasi dan Pemodelan           Simulasi diartikan sebagai teknik menirukan atau memperagakan kegiatan berbagai macam proses atau fasilitas yang ada di dunia nyata. Fasilitas itu sendiri disebut dengan sistem yang mana dalam keilmuan digunakan untuk membuat asumsi - asumsi bagaimana sistem tersebut bekerja.           Yang dimana asumsi - asumsi tersebut biasanya berbentuk hubungan matematik atau logika yang akan membentuk model yang digunakan untuk mendapatkan pemahaman perilaku hubungan dari sistem tersebut.           Hubungan yang membentuk model itu sendiri cukup simple, hubungan tersebut bisa menggunakan metode matematik (seperti aljabar, kalkulus, atau teori probabilitas) untuk mendapatkan informasi yang jelas dalam setiap permasalahannya. Sis...

Dimas Pamungkas : Cahaya Pembasmi Hama

Ringkasan Jurnal Perancangan Piranti Perangkap Serangga (Hama) dengan Intensitas Cahaya Dibuat sebagai Tugas Pertemuan 9 PDS 7C - TI      Serangga adalah mahluk hidup dengan spesies terbanyak didunia. Total spesies serangga sebesar 4-8 juta sangat dominan dibanding total spesies seluruh mahluk hidup sebanyak 12.5 juta. Jumlah mahluk hidup yang teridentifikasi sebesar 1.5 juta, jumlah serangga yang teridentifikasi sebesar 950 ribu. Ini berarti jumlah serangga yang teridentifikasi lebih dari 1/2 jumlah mahluk hidup yang teridentifikasi. Sebagai makhluk yang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, serangga mudah terpengaruh oleh kondisi fisik lingkungan. Oleh karenanya serangga hama dapat dikendalikan secara fisik, yakni melalui pengaturan faktorfaktor fisik diantaranya suhu, kelembaban, suara dan cahaya.      Serangga dapat dibedakan dalam berbagai jenis menurut kemampuan adaptasi terhadap faktor fisik. Jenis serangga fototropik positif adalah sala...

Pemodelan dan Simulasi - Dimas Pamungkas

Nama       : Dimas Pamungkas NIM          : 1903015114 Perangkat Lunak Dalam Simulasi Berbasis Powersim (PSIM)      Perangkat lunak simulasi adalah perangkat lunak yang dibuat berdasarkan pada proses nyata dengan menggunakan model sistem yang dinyatakan oleh sekumpulan rumus-rumus matematika.Perangkat lunak simulasi banyak digunakan secara luas untuk merancang peralatan sehingga produk akhir yang dihasilkan akan mendekati spesifikasi desain, tanpa memerlukan biaya yang mahal pada saat dilakukan perubahan/modifikasi parameternya.      Simulasi semacam ini bisa dipakai untuk merealisasikan bentuk sistem apapun termasuk untuk jaringan komputer/komunikasi pabrik dan hasil simulasinya dapat diamati dalam bentuk unjuk kerja dari sistem tersebut.Beberapa contoh dari perangkat lunak simulasi ini antara lain adalah Scilab, Matlab, Mathematica, GNU Octave, Simulink, VisSim, FlexSim, EcosimPro, dll.      PSIM...